Penerapan Konsep Neurofisiologis dan Neurosains dalam Pembelajaran

Authors

  • Maylinda Divarukmi Kusumawati Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Nadia Khayana Tantri Universitas Sebelas Maret Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.70115/harapan.v2i2.291

Keywords:

Teori Hebb, Neurofisiologi, koneksi neuron, Pembelajaran Berbasis Otak, Lingkungan Belajar

Abstract

Teori pembelajaran berbasis neurofisiologi, yang dikemukakan oleh Donald Olding Hebb, menyoroti pentingnya penguatan hubungan  antar neuron dalam proses pembelajaran. Prinsip dasar dari teori ini, yaitu "sel-sel yang aktif bersama akan terhubung bersama," menjelaskan bagaimana pengalaman berulang dapat membentuk pola pikir, memori, dan kemampuan kognitif individu. Seiring dengan kemajuan dalam neurosains, pemahaman tentang dinamika kerja otak, seperti siklus perhatian, pembentukan memori, dan pengaruh lingkungan belajar, semakin penting dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif. Dengan memahami prinsip ini, pendidikan dapat dirancang untuk memperkuat asosiasi yang bermakna dalam otak, sehingga mendukung perkembangan intelektual, emosional, dan sosial peserta didik secara seimbang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berdasarkan teori Hebb dapat mengoptimalkan pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang lebih stimulatif, dan meningkatkan hasil belajar secara keseluruhan.

References

Bahari, L. P. J., & Lessy, Z. (2022). Penerapan Neuroscience Dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa MA Putri Al-Ishlahuddiny Kediri. KUANTUM: Jurnal Pembelajaran Dan Sains Fisika, 3(2), 1–12. https://doi.org/10.5281/zenodo.7793555

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2017). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. SAGE Publications.

Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge, Taylor & Francis Group. https://doi.org/10.4324/9781315134543

Dubinsky, J. M., & Hamid, A. A. (2024). The neuroscience of active learning and direct instruction. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 163, 105737. https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2024.105737

Erniati, E. (2015). PEMBELAJARAN NEUROSAINS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA PONDOK PESANTREN. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika, 12(1), 43. https://doi.org/10.24239/jsi.v12i1.374.43-69

Ferreira, R. A., & Rodríguez, C. (2022). Effect of a Science of Learning Course on Beliefs in Neuromyths and Neuroscience Literacy. Brain Sciences, 12(7), 811. https://doi.org/10.3390/brainsci12070811

Hergenhahn, B., & Olson, M. (2015). Theories of Learning.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd, Ed.). Sage Publications.

Mufidah, S., Zubaedah, S., & Rokhimawan, M. A. (2025). ANALISIS PEMAHAMAN MAHASISWA PIAUD TERHADAP KONSEP STIMULASI OTAK ANAK USIA DINI BERDASARKAN PERSPEKTIF NEUROSAINS. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 262–271. https://doi.org/10.23969/jp.v10i02.26058

NURAENI, D., WASEHUDIN, W., HABUDIN, H., & LAZZAVIETAMSI, F. A. (2024). IMPLEMENTASI NEUROFISIOLOGIS DAN NEUROSAINS DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER BAGI PESERTA DIDIK DI ASRAMA. SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 4(2), 136–146. https://doi.org/10.51878/science.v4i2.3022

Nurhidayah, N., & Sunanto, J. (2016). Model Construction untuk Meningkatkan Kemampuan Cognitive Mapping Anak Tunanetra. Jurnal Asesmen Dan Intervensi Anak Berkebutuhan Khusus, 16(2), 49–58. https://doi.org/10.17509/jassi.v16i2.5754

Ray, E., Dahlan, D., Hakim, R., & Lahmi, A. (2025). LITERASI NEUROSAINS GURU SAINS PRA-JABATAN: NEUROMI DAN PEMAHAMAN PROFESIONAL TENTANG PEMBELAJARAN DAN MEMORI. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(01), 221–231. https://doi.org/10.23969/jp.v10i01.23492

Riesen, A. H., Ramsey, R. L., & Wilson, P. D. (1964). Development of visual acuity in Rhesus monkeys deprived of patterned light during early infancy. Psychonomic Science, 1(1), 33–34. https://doi.org/10.3758/BF03342774

Rusdianto, R. (2015). INTERAKSI NEUROSAINS HOLISTIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN DAN MASYARAKAT ISLAM. HUNAFA: Jurnal Studia Islamika, 12(1), 71. https://doi.org/10.24239/jsi.v12i1.382.71-94

Setiyoko, A. (2018). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NEUROSAINS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERPIKIR KREATIF DAN KERJASAMA (Studi pada SD Muhammadiyah Plus dan MI Ma`arif Mangunsari Kota Salatiga Tahun 2017/2018). Jurnal Inspirasi, 2(2), 167–188.

Wahid, L. A., & Hamami, T. (2021). Tantangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dan Strategi Pengembangannya dalam Menghadapi Tuntutan Kompetensi Masa Depan. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 121–142. https://doi.org/10.18860/jpai.v8i1.15222

Downloads

Published

2025-12-30