Peran Modal Sosial dalam Memelihara Toleransi Lintas Agama pada Masyarakat Muslim dan Buddhis di Desa Tegal Maja Lombok Utara
DOI:
https://doi.org/10.70115/jiccd.v1i1.568Kata Kunci:
Islam-Buddha, Modal Sosial, Moderasi Beragama, Tegal Maja, ToleransiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran modal sosial dalam memelihara toleransi antarumat Islam dan Buddha di Desa Tegal Maja, Kabupaten Lombok Utara. Di tengah meningkatnya tantangan polarisasi agama, Desa Tegal Maja menunjukkan ketahanan sosial yang unik melalui harmoni lintas iman yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh agama, pemuda, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka teori modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik toleransi di Desa Tegal Maja dikonstruksi oleh tiga dimensi utama modal sosial: (1) Kepercayaan (trust) interpersonal yang kuat dalam pengelolaan sumber daya bersama; (2) Norma (norms) kearifan lokal seperti tradisi Begawe dan permainan Begasing yang berfungsi sebagai kontrol sosial kolektif; serta (3) Jaringan (networks) sosial yang inklusif melalui organisasi Karang Taruna yang menjembatani perbedaan identitas dogmatis. Sintesis temuan menegaskan bahwa integrasi antara modal sosial tradisional dan modern menciptakan struktur bridging social capital yang resilien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama berbasis kultural di tingkat akar rumput menjadi kunci utama dalam membangun imunitas sosial terhadap konflik. Implikasi dari studi ini menawarkan model penguatan kohesi sosial bagi wilayah multikultural lainnya di Indonesia.






