Edukasi dan implementasi lubang resapan biopori (LRB) dalam pengelolaan sampah organik di SMK Khusnul Khotimah
DOI:
https://doi.org/10.70115/alpatih.v4i2.684Keywords:
Lingkungan Sekolah, Lubang Resapan Biopori (LRB), Pengabdian Masyarakat; Pengelolaan Sampah, Sampah OrganikAbstract
Lingkungan sekolah berperan penting dalam mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kondusif. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan dan guguran daun di SMK Khusnul Khotimah sebelumnya masih dikelola melalui pembakaran terbuka atau pembuangan langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik melalui implementasi Lubang Resapan Biopori (LRB). Metode pelaksanaan mengintegrasikan seminar edukasi dan praktik lapangan secara partisipatif dengan memanfaatkan ember cat bekas berkapasitas 5 kg sebagai media LRB yang dimodifikasi dengan bagian dasar terbuka dan 30–50 lubang aerasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lima unit LRB berhasil dipasang pada beberapa titik strategis di lingkungan sekolah. Penerapan LRB mendukung proses dekomposisi alami sampah organik, meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, serta menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan vegetasi sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa LRB merupakan alternatif pengelolaan sampah organik yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan sekaligus mendukung konservasi air serta keberlanjutan lingkungan sekolah.
References
Dewi, N. R. (2025). Gerakan sekolah hijau: Penerapan lubang resapan biopori untuk edukasi dan pengurangan sampah organik. Jurnal Pengabdian Masyarakat Prima Didaktika, 2(2), 115-124.
Dian, E. P. (2023). Kinetika dekomposisi tanaman sorgum (batang, daun, dan malai kosong) di permukaan dan di lapisan olah tanah. Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Irianto, I. K. (2017). Sistem teknologi pengolahan limbah. Denpasar: Warmadewa University Press.
Maretta, G., Satrio, D. S., & Kesuma, A. J. (2022). Pengaruh jenis dan variasi umur sampah organik pada makrofauna tanah lubang resapan biopori (LRB). Organisms: Journal of Biosciences, 2(1), 11–18. https://doi.org/10.24042/ojb.v2i1.12351.
Mendrofa, C. N. R., Kuntarto, E., & Pamela, I. S. (2025). Cara guru menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan di dalam kelas bagi siswa sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 233–256.
Mulyaningsih, T. (2014). Pengelolaan lubang resapan biopori secara berkelanjutan di Kelurahan Langkapura Kecamatan Langkapura Kota Bandar Lampung. Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Pebriyanti, D. O., Kaghoo, N., Purnama, I. G. H., Irawan, A., Mardona, Y., & Marpaung, D. (2025). Buku ajar kesehatan lingkungan. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Purwanto, H., & Kurniawan, R. (2021). Sosialisasi lubang resapan biopori di MAN 1 Ogan Ilir Indralaya. Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1), 33-39.
Ratna, S. D. (2024). Analisis kualitas tanah di sekitar lubang resapan biopori di Desa Ciputri. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Rezki, F. (2017). Pengaruh penambahan Trichoderma harzianum terhadap kualitas kompos dari kotoran sapi. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar.
Saraswati, R., Santosa, E., & Yuniarti, E. (2006). Organisme perombak bahan organik. Dalam Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., & Hartatik, W. (Eds.), Pupuk organik dan pupuk hayati (h. 211-230). Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.
Sholihah, M. (2026). Mengolah sampah organik melalui biopori. Dalam Tim Redaksi (Ed.), Sampah selesai di rumah (mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos) (hal. 120-135). Surabaya: Pustaka Media.
Widjanarko, D. (2022). Pengaruh pewadahan terhadap proses pengomposan sampah organik. Tesis tidak dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Zuhroidah, I., Narvia, S. A. D., Arizky, Y., Utama, H. B., Sutrisno, Y. K., & Mufrizal, R. D. (2025). Implementasi program ’PELOPOR’ (Pengolahan Sampah Dan Biopori) sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan konservasi air tanah. KIAT Journal of Community Development, 4(2), 85–98.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Minan Chusni, Dinaldhi Muhammad Aditya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright & License
Authors published in this journal agree to the following terms:
- The copyright of each article is retained by the author (s).
- The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example, in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and more extensive citations of published work.
- Articles and all related material published are distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
All writing in this journal is the sole responsibility of the author. BIOS Journal provides open access to anyone so that the information and findings in these articles are helpful for everyone. BIOS can be accessed and downloaded for free, free of charge, following the creative commons license.
License

ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
You are free to :
Share: copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt: remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms:
Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so reasonably but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
ShareAlike: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original
No additional restrictions: You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.



